Kereta Bandara Soekarno-Hatta Pakai Buatan Madiun dan Kanada
Jakarta – Sampai saat ini proyek kereta jalur Manggarai-Bandara
Soekarno-Hatta akan memasuki masa tender konstruksi, meski rutenya masih
dirahasiakan. Rencananya, kereta untuk jalur ini akan menggunakan
buatan PT INKA (Persero) dari Madiun, dan Bombardier dari Kanada.
EVP Development Directorate of Infrastructure and Development PT Kereta
Api Indonesia (KAI) Septa Trijono Ramadin mengatakan, pihaknya
optimistis jalur kereta ini akan rampung akhir 2014.
“Kereta
itu kemungkinan pakai INKA dan Bombardier. Itu sudah pasti menang.
Tripnya (perjalanan) sekitar 136 trips/hari. Itu ada 4 stasiun.
Manggarai, Sudirman Baru, Duri, Batuceper. Stasiun di bandara yang
bangun AP (Angkasa Pura) II,” jelas Septa di sela acara International
Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) di JCC, Senayan,
Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Sementara untuk tender konstruksi,
KRL Commuter Line Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta ini akan
mengundang BUMN karya. Targetnya, konstruksi rel dan stasiun akan mulai
dibangun awal 2014. Proses konstruksi ini akan memakan waktu sekitar 1
tahun.
“Di awal 2014. Itu groundbreaking konstruksi 1 tahun.
Totalnya 40 km. Manggarai-Batuceper itu pakai jalur lama. Terus
Batuceper-Bandara Soetta (bangun),” ucap Septa.
http://finance.detik.com/read/ 2013/11/14/185645/2413510/1036/ kereta-bandara-soekarno-hatta-p akai-buatan-madiun-dan-kanada
Kereta Bandara Soekarno-Hatta Pakai Buatan Madiun dan Kanada
Jakarta – Sampai saat ini proyek kereta jalur Manggarai-Bandara Soekarno-Hatta akan memasuki masa tender konstruksi, meski rutenya masih dirahasiakan. Rencananya, kereta untuk jalur ini akan menggunakan buatan PT INKA (Persero) dari Madiun, dan Bombardier dari Kanada.
EVP Development Directorate of Infrastructure and Development PT Kereta Api Indonesia (KAI) Septa Trijono Ramadin mengatakan, pihaknya optimistis jalur kereta ini akan rampung akhir 2014.
“Kereta itu kemungkinan pakai INKA dan Bombardier. Itu sudah pasti menang. Tripnya (perjalanan) sekitar 136 trips/hari. Itu ada 4 stasiun. Manggarai, Sudirman Baru, Duri, Batuceper. Stasiun di bandara yang bangun AP (Angkasa Pura) II,” jelas Septa di sela acara International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Sementara untuk tender konstruksi, KRL Commuter Line Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta ini akan mengundang BUMN karya. Targetnya, konstruksi rel dan stasiun akan mulai dibangun awal 2014. Proses konstruksi ini akan memakan waktu sekitar 1 tahun.
“Di awal 2014. Itu groundbreaking konstruksi 1 tahun. Totalnya 40 km. Manggarai-Batuceper itu pakai jalur lama. Terus Batuceper-Bandara Soetta (bangun),” ucap Septa.
http://finance.detik.com/read/ 2013/11/14/185645/2413510/1036/ kereta-bandara-soekarno-hatta-p akai-buatan-madiun-dan-kanada
Jakarta – Sampai saat ini proyek kereta jalur Manggarai-Bandara Soekarno-Hatta akan memasuki masa tender konstruksi, meski rutenya masih dirahasiakan. Rencananya, kereta untuk jalur ini akan menggunakan buatan PT INKA (Persero) dari Madiun, dan Bombardier dari Kanada.
EVP Development Directorate of Infrastructure and Development PT Kereta Api Indonesia (KAI) Septa Trijono Ramadin mengatakan, pihaknya optimistis jalur kereta ini akan rampung akhir 2014.
“Kereta itu kemungkinan pakai INKA dan Bombardier. Itu sudah pasti menang. Tripnya (perjalanan) sekitar 136 trips/hari. Itu ada 4 stasiun. Manggarai, Sudirman Baru, Duri, Batuceper. Stasiun di bandara yang bangun AP (Angkasa Pura) II,” jelas Septa di sela acara International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Sementara untuk tender konstruksi, KRL Commuter Line Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta ini akan mengundang BUMN karya. Targetnya, konstruksi rel dan stasiun akan mulai dibangun awal 2014. Proses konstruksi ini akan memakan waktu sekitar 1 tahun.
“Di awal 2014. Itu groundbreaking konstruksi 1 tahun. Totalnya 40 km. Manggarai-Batuceper itu pakai jalur lama. Terus Batuceper-Bandara Soetta (bangun),” ucap Septa.
http://finance.detik.com/read/
Posted in: Dahlan Iskan,PT. KAI







0 komentar:
Posting Komentar