JAKARTA
- Tersendatnya pembiayaan pemerintah kepada cabang olahraga (cabor)
menuju SEA Games XXVII/2013 mengubah fungsi bantuan dari Kementerian
BUMN. Dana yang sedianya dijadikan sebagai tambahan atau tunjangan
prestasi kini justru jadi andalan.
Hal itu terjadi setelah
Kemenpora melalui Satlak Prima menyetop dana try out per September.
Alhasil tunjangan prestasi oleh Kementrian BUMN yang dikucurkan sejak
September lalu menjadi tambal sulam program try out.
Beberapa
cabor yang menggunakan tunjangan prestasi Kementrian BUMN sebagai modal
try out adalah gulat dan wushu. Gulat berhasil mengirimkan atletnya ke
Rumania. Wushu sukses menempatkan atletnya di kejuaraan dunia di
Malaysia.
Bahkan ada juga cabor yang menggunakan tunjangan
prestasi atletnya untuk membeli tambahan suplemen makanan. Yakni cabor
binaraga. Binaraga sendiri tak membutuhkan try out dalam waktu dekat
karena khawatir terjadi penurunan massa otot kalau iktu kompetisi
sebulan menjelang SEA Games.
Wakil ketua umum KONI Pusat
K.Inugroho membenarkan tambal sulam fungsi tunjangan prestasi memang
terjadi. Namun hal itu sudah dibicarakan PB/PP dengan perusahan BUMN
yang menjadi penyokongnya.
"Memang saat itu, Pak Dahlan Iskan
(Menteri BUMN,red.) memunculkan wacana untuk mendukung cabor-cabor, atau
sifatnya hanya membantu. Ketika itu, asumsinya pemerintah lah yang
mendanai total pelatnas. Tapi sekarang justru kebalikannya. Diakhir
menuju SEA Games, Kementerian BUMN dan KONI yang pontang-panting," kata
Inu, sapaan K.Inugroho.
Inu menambahkan, dua cabor yang masuk
dalam proyeksi SEA Games Myanmar, tercatat sudah menerima bantuan.
Mereka adalah pencak silat sebesar Rp 200 juta dari Jamkrindo dan
taekwondo dengan nilai Rp 300 juta dari PTPN. Sementara yang lain masih
terus berproses.
Angka yang terima induk olahraga, Inugroho
menyatakan jika jumlahnya bervariasi. Dan, apa yang diterima oleh pencak
silat dan taekwondo bukanlah nilai keseluruhan bantuan. Mengingat
pencairannya dilakukan secara bertahap.
"Fokus kami, anggaran
dari BUMN ini untuk try out, try in dan trainning camp dulu. Walaupun
dalam realisasinya, bisa fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang saat itu
menjadi prioritas masing-masing cabang," tambah Inu. (dra)
JAKARTA
- Tersendatnya pembiayaan pemerintah kepada cabang olahraga (cabor)
menuju SEA Games XXVII/2013 mengubah fungsi bantuan dari Kementerian
BUMN. Dana yang sedianya dijadikan sebagai tambahan atau tunjangan
prestasi kini justru jadi andalan.
Hal itu terjadi setelah Kemenpora melalui Satlak Prima menyetop dana try out per September. Alhasil tunjangan prestasi oleh Kementrian BUMN yang dikucurkan sejak September lalu menjadi tambal sulam program try out.
Beberapa cabor yang menggunakan tunjangan prestasi Kementrian BUMN sebagai modal try out adalah gulat dan wushu. Gulat berhasil mengirimkan atletnya ke Rumania. Wushu sukses menempatkan atletnya di kejuaraan dunia di Malaysia.
Bahkan ada juga cabor yang menggunakan tunjangan prestasi atletnya untuk membeli tambahan suplemen makanan. Yakni cabor binaraga. Binaraga sendiri tak membutuhkan try out dalam waktu dekat karena khawatir terjadi penurunan massa otot kalau iktu kompetisi sebulan menjelang SEA Games.
Wakil ketua umum KONI Pusat K.Inugroho membenarkan tambal sulam fungsi tunjangan prestasi memang terjadi. Namun hal itu sudah dibicarakan PB/PP dengan perusahan BUMN yang menjadi penyokongnya.
"Memang saat itu, Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN,red.) memunculkan wacana untuk mendukung cabor-cabor, atau sifatnya hanya membantu. Ketika itu, asumsinya pemerintah lah yang mendanai total pelatnas. Tapi sekarang justru kebalikannya. Diakhir menuju SEA Games, Kementerian BUMN dan KONI yang pontang-panting," kata Inu, sapaan K.Inugroho.
Inu menambahkan, dua cabor yang masuk dalam proyeksi SEA Games Myanmar, tercatat sudah menerima bantuan. Mereka adalah pencak silat sebesar Rp 200 juta dari Jamkrindo dan taekwondo dengan nilai Rp 300 juta dari PTPN. Sementara yang lain masih terus berproses.
Angka yang terima induk olahraga, Inugroho menyatakan jika jumlahnya bervariasi. Dan, apa yang diterima oleh pencak silat dan taekwondo bukanlah nilai keseluruhan bantuan. Mengingat pencairannya dilakukan secara bertahap.
"Fokus kami, anggaran dari BUMN ini untuk try out, try in dan trainning camp dulu. Walaupun dalam realisasinya, bisa fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang saat itu menjadi prioritas masing-masing cabang," tambah Inu. (dra)
Hal itu terjadi setelah Kemenpora melalui Satlak Prima menyetop dana try out per September. Alhasil tunjangan prestasi oleh Kementrian BUMN yang dikucurkan sejak September lalu menjadi tambal sulam program try out.
Beberapa cabor yang menggunakan tunjangan prestasi Kementrian BUMN sebagai modal try out adalah gulat dan wushu. Gulat berhasil mengirimkan atletnya ke Rumania. Wushu sukses menempatkan atletnya di kejuaraan dunia di Malaysia.
Bahkan ada juga cabor yang menggunakan tunjangan prestasi atletnya untuk membeli tambahan suplemen makanan. Yakni cabor binaraga. Binaraga sendiri tak membutuhkan try out dalam waktu dekat karena khawatir terjadi penurunan massa otot kalau iktu kompetisi sebulan menjelang SEA Games.
Wakil ketua umum KONI Pusat K.Inugroho membenarkan tambal sulam fungsi tunjangan prestasi memang terjadi. Namun hal itu sudah dibicarakan PB/PP dengan perusahan BUMN yang menjadi penyokongnya.
"Memang saat itu, Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN,red.) memunculkan wacana untuk mendukung cabor-cabor, atau sifatnya hanya membantu. Ketika itu, asumsinya pemerintah lah yang mendanai total pelatnas. Tapi sekarang justru kebalikannya. Diakhir menuju SEA Games, Kementerian BUMN dan KONI yang pontang-panting," kata Inu, sapaan K.Inugroho.
Inu menambahkan, dua cabor yang masuk dalam proyeksi SEA Games Myanmar, tercatat sudah menerima bantuan. Mereka adalah pencak silat sebesar Rp 200 juta dari Jamkrindo dan taekwondo dengan nilai Rp 300 juta dari PTPN. Sementara yang lain masih terus berproses.
Angka yang terima induk olahraga, Inugroho menyatakan jika jumlahnya bervariasi. Dan, apa yang diterima oleh pencak silat dan taekwondo bukanlah nilai keseluruhan bantuan. Mengingat pencairannya dilakukan secara bertahap.
"Fokus kami, anggaran dari BUMN ini untuk try out, try in dan trainning camp dulu. Walaupun dalam realisasinya, bisa fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang saat itu menjadi prioritas masing-masing cabang," tambah Inu. (dra)
Terkait: #DahlanIskan #OlahRaga #SeaGames
Posted in: Olah Raga






0 komentar:
Posting Komentar