![]() |
| RESAPAN : Djoko Prasetyo saat menunjukkan air sumur yang keruh akibat tak ada resapan air yang keluar dari sumber. ■ Foto : Wahono-Tj |
Warga hanya memanfaatkan air sumurnya itu hanya untuk keperluan mandi, cuci, menyirami tanaman dan sejenisnya, sebab air tersebut tidak bisa digunakan untuk minum. "Air di sekitar sini warnanya berubah kuning, tidak bisa konsumsi," papar Giyanto, warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Selasa (5/11).
Supriyanto, warga Kelurahan Kedungjenar mengungkapkan hal yang sama, menurutnya saat air diambil dari sumur memang tampak warna bersih, namun beberapa saat kemudian berubah menjadi kuning kecoklatan. Hal yang sama dialami banyak warga di sekitarnya.
Djoko Prasetyo, juga warga Kedungjenar, mengalami hal yang sama dengan air di sumurnya yang kotor tersebut. Agar tidak terlalu kotor, dia dan para tetangganya harus membuat bak penampungan atau sumur lain untuk mengendapkan kotoran.
■ Buat Resapan
Seperti dilakukan Teguh Sutrisno, setiap harinya dia menyedot air sumur dengan mesin, karena warnaya berubah kuning maka air itu dimasukkan ke penampung air. Setelah sudah tidak kotor air dari bak penampungan disedot lagi masuk ke bak mandi atau keperluan mencuci lainnya.
Selain mebuat bak penampungan, warga Kelurahan Mlangsen, Kedungjenar, sebagian warga Kelurahan Tempelan dan sekitar membuat resapan sendiri untuk rumah-rumah mereka.
Sumber : www.infoblora.com







0 komentar:
Posting Komentar