![]() |
| Luapan Bengawan Solo yang terjadi awal tahun 2013 (rs-infoblora) |
”Dari pengalaman sebelumnya banjir yang terjadi di Blora, akibat meluapnya air dari ketiga sungai tersebut, terutama saat terjadi hujan deras mengguyur Blora,” katanya.
Saat curah hujan tinggi, beberapa daerah di dataran rendah harus meningkatkan kewaspadaan antara lain di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo meliputi Cepu, Kradenan, dan Kedungtuban. Sedangkan daerah di sekitar Sungai Lusi yang merupakan sungai terbesar di wilayah Blora, yakni Banjarejo, dan Ngawen.
Menurut dia, untuk mengantisipasi terjangan banjir dari luapan air sungai, terutama saat musim hujan seperti sekarang, masyarakat dihimbau untuk lebih meningkatkan kegiatan membersihkan saluran air di lingkungan tempat tinggal sehingga air selokan tidak tersumbat sampah dan memicu banjir.
Ia mengatakan, masyarakat yang berada di dataran rendah harus meningkatkan kewaspadaan, apalagi kondisi resapan air di hulu mulai gundul akibat ulah manusia. Hal itu menyebabkan air tak dapat meresap dan langsung mengalir menuju daerah hilir.
”BMKG telah memberikan informasi, bahwa potensi hujan deras di Blora terjadi pada Desember 2013 hingga Januari 2014.
Ia berharap, masyarakat senantiasa memelihara kebersihan lingkungan, serta merawat dan menjaga kelestarian alam. ’Rusaknya lingkungan juga karena manusia. Mulai dari membuang sampah sembarangan dan menebangi hutan tanpa mempedulikan kelestariannya,” pungkasnya.
Sumber : www.infoblora.com







0 komentar:
Posting Komentar