Minggu, 17 November 2013

Blora Akan Jadi Penghasil Porang Terbesar Dunia!

Menjadi penggerak perekonomian adalah salah satu visi BUMN di bawah Dahlan Iskan. Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan aset BUMN untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat. Di Blora, sela-sela hutan jati milik Perhutani ditanami Porang besar-besaran. Ini adalah realisasi MH 75.


Blora Akan Jadi Penghasil Porang Terbesar Dunia!

BLORA. Wilayah hutan jati di Kabupaten Blora tak hanya menghasilkan kayu jati berkualitas nomor satu di Indonesia. Tak lama lagi hutan jati yang luasnya lebih dari separuh wilayah Kabupaten Blora itu akan memproduksi porang (tanaman jenis umbi-umbian). Tak tanggung-tanggung jumlah produksi porang di Blora ditargetkan terbanyak di dunia.

Perhutani telah menyiapkan lahan di kawasan hutan jati yang dipakai untuk menanam porang. Luasnya mencapai 1200 hektare yang tersebar di empat kesatuan pemangkuan hutan (KPH). Diantaranya di wilayah Perhutani KPH Randublatung sudah siap lahan seluas 520 hektare, KPH Cepu 480 hektare, KPH Blora 150 hektare dan KPH Mantingan seluas 50 hektare. Dari keseluruhan lahan tersebut nantinya dapat dihasilkan porang sebanyak 30.000 ton per tahun.

Budidaya tanaman porang secara serentak mulai dimulai Perhutani dan petani hutan pada bulan April lalu. Ketika itu bersama Menteri BUMN, Dahlan Iskan, digelar penanaman porang di kawasan Hutan Mricokecut BKPH Cabak, KPH Cepu yang tepatnya berada di lahan hutan tepi jalan Blora-Cepu km 19.

Selain menyiapkan lahan, Perhutani juga akan mendirikan pabrik untuk mengolah panen umbi porang menjadi tepung porang di Blora. Tahun depan pembangunan pabrik akan dilakukan sehingga tahun 2015 pabrik bisa mulai mengolah umbi porang hasil panen perdana menjadi tepung. Menurut rencana pabriknya akan didirikan di Kecamatan Kunduran, pihak Perhutani pun menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar.

Direktur utama Perhutani, Bambang Sukmananto mengatakan, pabrik tersebut nantinya dapat menampung 30.000 ton tepung porang per tahun. Karenanya Perhutani akan menggandeng masyarakat setempat untuk mengembangkan tanaman porang, terutama para petani di sekitar hutan.

Tentang alasan Perhutani memilih mendirikan pabrik porang di Blora, Bambang menjelaskan, kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur ini memiliki hutan yang luas, selain itu Perhutani juga ingin membantu perekonomian warga setempat.

"Kami juga berharap bahwa kehadiran pabrik porang nanti mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Blora," katanya.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan, saat melakukan penanaman porang di Blora bertekad menjadikan Kabupaten Blora yang masih banyak warga miskinnya, bisa menjadi penghasil porang terbesar di dunia. Menurutnya tepung porang saat ini harganya mahal dan sangat dibutuhkan terutama negara Jepang dan kawasan Asia Timur. Selain itu juga digunakan untuk industri kosmetik dan obat-obatan. Dia mengatakan, semua prosesnya nantinya akan dilakukan oleh Perhutani sehingga para petani hanya fokus pada menanam.

Guna merealisasikan maksud tersebut, beberapa lahan hutan dibawah tegakan pohon jati di Blora mulai ditanami porang. Warga disekitar hutan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Selain itu para petani juga dilatih budidaya porang. Tujuannya agar selain terbesar di dunia, produksi porang di Blora juga mempunyai kualitas bagus.

Tak hanya Perhutani, masyarakat dan Pemkab Blora pun berkepentingan terhadap suksesnya budidaya tanaman porang di lahan hutan jati. Karena itu, Dinas Kehutanan (Dishut) Blora bakal melakukan pendampingan kepada petani hutan yang akan membudidayakan tanaman porang.

Selain itu, menurut Kepala Dishut, Reni Miharti, pihaknya bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) akan membuat demplot tanaman bernilai ekspor yang berguna untuk industri kosmetik dan obat-obatan tersebut. "Kami lakukan upaya-upaya demi suksesnya budidaya porang di Blora," ujarnya.

Bupati Blora, Djoko Nugroho mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan pemerintah maupun pihak lainnya untuk meningkatkan kesejahteraam masyarakat Blora.

0 komentar:

Posting Komentar